-->
Viral Warga Tinggal di Hutan, PAC GP Ansor Gayam Inisiasi Bantuan Rumah

Viral Warga Tinggal di Hutan, PAC GP Ansor Gayam Inisiasi Bantuan Rumah

Tempat tinggal Siti Nuraini dan ibunya Suliatun di salah satu hutan di Desa Gendang Barat, Kecamatan Gayam, Sumenep. (Foto: Masudi Lensa Madura)

Sumenep, Lensamadura.com - Pada 18 Agustus 2021 yang lalu, masyarakat kepulauan Sapudi digemparkan dengan seorang anak kecil berusia 7 tahun bersama ibunya tinggal di salah satu alas (red: hutan) dan cuma beralaskan kardus.

Anak itu bernama Siti Nuraini (7) dan ibunya bernama Suliatun (26). Alas tersebut terletak  di Desa Gendang Barat, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep.

Namun saat media ini mendatangi tempat tersebut, sudah terbangun rumah sederhana layak huni.

Jasuli salah satu warga mengonfirmasi dan membenarkan, bahwa rumah itu adalah rumah Siti Nuraini bersama ibunya yang baru dibangun.

"Alhamdulullah, itu rumah baru Nuraini," katanya. Selasa, 14 September 2021.

Jasuli melanjutkan bahwa pembangunan rumah itu atas inisiatif Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gayam yang mengandeng kepala desa setempat.

"Melihat kondisi Nuraini bersama ibunya yang tidak punya tempat tinggal, apa lagi tinggal di alas seperti ini, maka teman-teman Ansor terpanggil hati nuraninya. Kami juga kerja sama dengan kepala desa sini," tambah Jasuli yang ternyata Anggota Ansor dan Banser Gayam.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Gendang Barat, H. Suriyanto menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi gerak cepat pemuda Ansor dalam merespon situasi seperti ini.

"Saya sangat mendukung penuh,  dan saya pasrahkan semuanya ke Ansor,  karena saya bangga masih bayak pemuda yang peduli," ujarnya.

Selain itu, H. Suriyanto melanjutkan pihaknya akan selalu memberikan dukungan kepada Pemuda Ansor demi kemajauan desa, termasuk juga dalam kegiatan peduli sosial.

"Makanya saya nyumbang saja biar  konsep pelaksanaan saya pasrahkan ke Pemuda Ansor," tambahnya.

Dia berharap pemuda Ansor bisa menjadi mediasi untuk membantu penyembuhan gangguan psikis orang tuanya. 

"Saya harap setelah ini teman-teman juga bisa membantu untuk mengobati orang tuanya, termasuk juga menjaga anaknya," harapnya.

Tampak rumah untuk Siti Nuraini dan Ibunya usai dibangun. (Foto: Masudi Lensa Madura)

Di tempat lain, Misyanto Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gayam membenarkan pembangunan rumah Nuraini atas inisiatif dari rekan rekannya.

"Iya benar, inisiatif itu muncul dari sahabat-sahabat di ranting Gendang barat dan PAC," jelasnya.

Misyanto melanjutkan bahwa rumah itu sudah bisa ditempati oleh siti Nuraini bersama ibunya. Hanya saja dapurnya belum dibangun dikarenakan dana dari swadaya beberapa elemen hanya cukup untuk bangun rumahnya.

"Alhamdulillah proses pembangunan rumahnya sudah selesai, sudah bisa ditempati kok. Tinggal dapurnya. Dananya masih belum cukup," katanya.

Namun, pihaknya akan terus mengupayakan pembangunan tempat si gadis yatim itu sesuai apa yang sudah ditargetkan. Maka dari itu PAC GP Ansor Kecamatan Gayam sampai detik ini masih open donasi atau swadaya dari masyarakat.

"Kami akan terus mengupayakan sampai target tercapai. Makanya sampai detik ini kami membuka open donasi atau swadaya dari masyarakat," terangnya.

Yanto - sapaan akrabnya-  menambahkan, pihaknya tidak akan berhenti sampai pembangunan rumahnya saja, akan tetapi juga akan mengupayakan pendidikannya mulai Sekolah Dasar (SD) sampai kuliah.

"Karena ibunya punya punyakit kejiwaan atau gangguan mental, kami tidak hanya berhenti di sini saja, akan tetapi kami juga akan mengupayakan pendidikannya mulai dasar sampai kuliah. Bismillah semoga kami bisa," pungkasnya.

Sekedar Informasi, bagi siapa saja yang ingin mendonasikan sedikit rezekinya berupa uang, bisa langsung kirim ke rekening di bawah ini:

MANDIRI: 1400019315002 (ACH. YANI).
BRI: 759501004734530 (ZAINUL HANNAN).

Contak Person bisa hubungi,

Misyanto: 085259924406

Masudi, Lensa Madura
Advertisement

Baca juga:

Admin
Media berita online yang menyajikan informasi seputar Madura, Hukrim, Pendidikan, Ekonomi, Budaya, Pariwisata, Politik dan Pemerintahan.