-->
Pemuda Gardu Kutuk Keras Penambangan Fosfat di Sumenep

Pemuda Gardu Kutuk Keras Penambangan Fosfat di Sumenep

BERSATU: Pemuda Gardu tolak tambang fosfat/foto: Wardi for LensaMadura.Com

Sumenep, LensaMadura.Com - Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Desa Duko (GARDU), ikut menolak proyeksi pertambangan Fosfat di kabupaten Sumenep. Penolakan para pemuda tersebut dilakukan dengan menggagas peduli rakyat sekitar.

Obib Anshori selaku Ketua Gardu mengatakan, penolakan tambang Fosfat tersebut merupakan bagian dari identitas gerakan dalam rangka menggalang solidaritas rakyat kabupaten Sumenep agar ikut menyuarakan penolakan tambang fosfat di kota berlambang kuda terbang itu.

"Membangun solidaritas agar masyarakat mengerti tentang bahayanya pertambangan fosfat," kata Obib Anshori, Minggu 14 Maret 2021

Menurutnya, beberapa dampak jika pertambangan fosfat dilaksanakan akan membutuhkan lahan yang tidak sedikit sehingga terjadi alih fungsi lahan pertanian secara besar-besaran. Padahal lahan merupakan mata pencarian masyarakat Sumenep untuk bercocok tanam.

"Jika hal ini sampai dilakukan, menurutnya akan banyak masyrakat yang akan menjadi pengangguran," tambahnya.

Di samping itu, lanjut Obib, tambang fosfat akan meyebabkan ekologi, perampasan ruang hidup masyarakat akibat pertambangan tersebut. Baginya, ekplorasi pertambangan fosfat tersebut akan menghancurkan serapan air dari perbatuan karst. Karena titik lokasi penambangan fosfat berada di kawasan batu karst yang masuk pada kawasan lindung nasional.

Sebagaimana yang termaktub dalam peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, nomor 17 tahun 2012, BAB III mengenai status dan kriteria. Mengingat salah satu fungsinya sebagai tangki air untuk menyimpan agar ketersediaan tetap terjaga dan tidak kekeringan. 

"Untuk itu Gerakan Pemuda Duko (GARDU) mengutuk keras proyeksi penambangan fosfat di Kabupaten Sumenep," pungkas Obib tegas. (ob/red)
Advertisement

Baca juga:

Admin
Media berita online yang menyajikan informasi seputar Madura, Hukrim, Pendidikan, Ekonomi, Budaya, Pariwisata, Politik dan Pemerintahan.