Reses, Muzammil Syafi'i Sumbang Lima Ribu Benih Ikan Nila
BC0L5-XIB2X-ZBZCC-A3481

Reses, Muzammil Syafi'i Sumbang Lima Ribu Benih Ikan Nila



Pasuruan- Anggota Komisi A DPRD Jatim, Muzammil Syafi'i  menggelar reses di Dapil III (Pasuruan-Probolinggo). Reses yang dilaksanakan di enam titik itu berakhir Sabtu dan Minggu tanggal 19 dan 20 September 2020 bertempat di Kelurahan Karang Ketug Kecamatan Gadingrejo, dan Kelurahan Bakalan Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan.

Di Kelurahan Karang Ketug Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan ini politisi yang akrab disapa Buya Muzammil ini tidak hanya melakukan serap aspirasi, tapi juga memberikan bantuan berupa lima ribu benih ikan nila beserta biaya  pakan kepada warga melalui Kelompok Masyarakat sebagai upaya meningkatkan gizi masyarakat di daerah tersebut.

Selain menyumbang benih ikan nila, Muzammil juga mengedukasi masyarakat tentang bahaya covid 19 yang sekarang ini makin meningkat dan makin berbahaya. Oleh  karenanya pihaknya mengajak semua masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan cengan menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun atau dengan hand sanitizer, dan menjaga jarak aman dengan orang lain.

Menurut Ketua Fraksi Nasdem DPRD Jatim ini sekarang Covid 19 tidak hanya menyerang orang tua yang mempunyai penyakit bawaan, tapi sudah banyak anak-anak muda muda yang terpapar dan meninggal dunia.

Kata Muzammil, saat ini Gubernur Jawa Timur telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 53 tahun 2020 tentang {enerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan  dan Pencegendalian Covid 19. dimana ada sanksi administratif sebesar 250 ribu rupiah bagi yang melanggar ketentuan tersebut.  " Saya berharap masyarakat mematuhi protokol kesehatan agar kita sama sama selamat dari penyakit covid-19," tandasnya.

Pada acara di Kelurahan Karangketug Gadingrejo Pasuruan, masyarakat juga wadul  terkait dengan bahu yang menyengat akibat dari pengolahan dan penyamakan kulit hewan dari Pabrik Kulit Gajah yang terletak di Kraton Pasuruan. Pabrik Kulit Gajah tersebut konon katanya milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurut Mustofah masyarakat sudah sering mengadukan permasalahan tersebut namun sampai sekarang belum ada penyelesaian yang berarti." Mohon agar Bapak Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur menfasilitasi agar ada perbaikan pengolahan limbah sehingga tidak mengganggu masyarakat banyak," pinta Mustofah.

Mendengar keluhan tersebut, Muzammil berjanji akan membantu memediasi pertemua dengan instansi terkait untuk menyelesaikan masalah yang sudah berpuluh tahun meresahkan masyarakat. (*)

0 Komentar