Cegah Covid 19, Mahasiswi UMM Lakukan Ini di Pamekasan
BC0L5-XIB2X-ZBZCC-A3481

Cegah Covid 19, Mahasiswi UMM Lakukan Ini di Pamekasan



Pamekasan, LensaMadura.Com - Salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran Covid 19, yakni dengan mencunci tangan. Hal ini sebagai upaya pencegahan terhadap virus tersebut.

Sejumlah kalangan, mulai dari komunitas, organisasi, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran covid 19.

Hal yang sama juga dilakukan oleh sekelompok mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang menjalani pengabdian masyarakat di Desa Toket, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. (22/08).

Dalam kegiatannya, mahasiswi gelombang 6 kelompok 87 itu melaksanakan sosialisasi mencuci tangan yang benar. Kegiatan tersebut menyasar santri putri Pesantren Pondok Pesantren Al-Hasbana di Desa setempat.

"Kegiatan diawali dengan pemasangan banner yang berisi tentang langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Setelah itu, kami memulai sosialisasi dengan menjelaskan tentang tata cara mencuci tangan yang baik dan benar sekaligus mempraktekkan langkah-langkahnya," jelas Istighfary Utami, salah satu mahasiswi UMM.

Isti, sapaan akrabanya menambahkan, penyebaran virus covid-19 ini bisa melalui berbagai jenis media, mulai dari benda padat hingga udara. Oleh karena itu, harus sering-sering mencuci tangan setelah beraktivitas dan memegang benda yang terpapar udara luar. 

Kegiatan tersebut mendapatkan respon baik dari para santri putri. Karena usai acara, beberapa santri putri pun secara suka rela berpartisipasi untuk mencoba mempraktekkan langkah-langkah mencuci tangan yang benar.

"Kegiatan ini dilakukan guna mengupayakan pencegahan penyebaran virus covid-19 di Desa Toket, khususnya di Pesantren Al-Hasbana ini," tambah Isti.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, selain di Pesantren Al-Hasbana, sosialisasi juga dilakukan di tempat yang sering dikunjungi warga. Seperti area kantor kepala desa.

"Alhamdulillah.Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari warga setempat," pungkas Isti. (Rip)

0 Komentar