Syafiuddin Asmoro Ungkap Anggaran Ratusan Triliun Untuk Madura
BC0L5-XIB2X-ZBZCC-A3481

Syafiuddin Asmoro Ungkap Anggaran Ratusan Triliun Untuk Madura

Foto BangsaOnline.Com
BANGKALAN - Dalam rangka menyongsong Perpres 80/2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gerbangkertosusila (Gersik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan), H. Syaifuddin anggota Komisi V DPR RI meminta kepada semua elemen masyarakat Madura untuk bersatu guna menyambut Perpres tersebut.

Hal tersebut disampaikan H. Syafiuddin ketika berkunjung ke Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Gedung Rektorat, Jum'at (31/01).

Seperti dilansir bangsaonline.com, dalam kunjungannya ia meminta UTM bisa menjadi laboratorium riset dan kajian strategis terkait percepatan pertumbuhan ekonomi Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan melalui terbitnya Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019. Selain itu, ia juga meminta segera dibuat rencana induk percepatan pembangunan.

"Sehingga dengan segera dapat menerbitkan pedomanan kebijakan untuk tingkat provinsi dan kabupaten kota untuk menentukan kebijakan sektoral dan rencana strategis (renstra). Hal ini mengingat besarnya anggaran biaya yang akan digelontorkan untuk proyek di Madura dan Bangkalan, di mana anggaran untuk Kabupaten Bangkalan mencapai Rp.46,99 triliun, sedangkan Madura Rp.53,021 triliun," jelasnya seperti dikutip bangsaonline.com.

Politikus PKB itu juga menyampaikan terkait prioritas percepatan pertumbuhan ekonomi di Gerbangkertosusila, yakni lewat industri pengelohan, manufaktur, pariwisata, agropolitan, dan minipolitan. Sedangkan di sektor konektivitas, akan dibangun jalan tol, jalan nasional, pelebaran jalan, pembangunan kereta api, transportasi perkotaan, dan pelabuhan.

Selain itu, dalam rangka menindaklanjuti Perpres no. 80 tahun 2019, juga terdapat 10 mega proyek yang akan dibangun. Di antaranya pembanguan Indonesia Islamic Science Park (IISP) (menelan biaya sebesar Rp. 3 triliun), pembangunan jalan tol menuju pelabuhan Tanjung Bulupandan (Rp. 2,6 triliun), pembangun Pelabuhan Tanjung Bulupandan (Rp 20,9 triliun), industri terpadu dengan Pelabuhan Tanjung Bulupandan Rp. (1,5 triliun), dan pembangun jalan Kecamatan Modung - Sreseh Sampang (Rp 300 miliar).

Kemudian, Madura Industrial Seaport City (Rp. 3 triliun), reaktivasi jalur kereta api Kamal-Sumenep (Rp. 3,3 triliun) program se-Kawasan Gerbangkertosusila (Rp. 385 miliar), serta transportasi publik Gerbangkertosusila (Rp.11,9 triliun).

“Oleh karena itu, dalam rangka penguatan terhadap 4 pemerintahan di Madura, maka diperlukan sinergitas dengan semua stakeholder. Sehingga dengan sigap dapat merespon Perpres 80/2019 agar sejalan dengan langkah Gubernur Jawa Timur," pungkasnya. (*)

Rewrite: Ray
Sumber: bangsaonline.com

0 Komentar