Memanas,sidang Mediasi KPU-PBB Kandas

Jakarta(lensamadura.com)-, Inisiatif yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam memberikan upaya penyelesaian sengketa Proses Pemilihan Umum (Pemilu) antara Partai Bulan Bintang (PBB) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kandas sebelum memasuki materi perkara pada Senin (30/7/2018) dikantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat

Pihak PBB yang dalam ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai berlambang bulan sabit dan bintang itu mempertanyakan kehadiran dua Komisioner KPU RI Ilham Saputra dan Evi Novida Ginting serta Biro Hukumnya tentang mandat kehadiran mereka

Suasana alot sudah tampak sejak Ahmad Bagja Komisioner Bawaslu membuka jalannya sidang, meski Pihak KPU yakni Ilham Saputra  sempat menjawab bahwa KPU Kolektif Kolegial dan sudah biasa cukup diperintah dengan lisan, namun jawaban itu tak mampu membuat lelaki yang biasa disebut Yusril itu menerima begitu saja

Bahkan menurut Yusril kolektif kolegial yang dimaksud adalah seluruh Komisioner Komisi Pemilihan Umum bertindak bersama bukan individual

“Kolektif kolegial itu justru berarti semua komisioner harus bertindak bersama-sama, bukan sendiri-sendiri”; paparnya

Bahkan Yusrilpun menuntut Komisi Pemilihan Umum untuk Profesional serta mengikuti hukum yang berlaku

Meski Ahmad Bagja mencoba mencairkan suasana dengan mencoba menengahi antara keduanya, namun Pihak Partai Bulan Bintang masih merasa keberatan karena kehadiran dua Komisioner dan Biro Hukum KPU yang tanpa mandat dan surat kuasa tersebut dianggap tidak sah dalam melakukan sidang mediasi

untuk sekedar diketahui Kehadiran Yusril Ihza Mahendra tak hanya seorang diri, dirinya didampingi oleh Arfiansyah Noor dan Ketua Komite Aksi Pemenangan Yusron Ihza

Tak ada keputusan yang jelas dalam sidang tertutup tersebut, tampak tim dari KPU keluar lebih dahulu dan diikuti dari rombongan PBB (rud)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *